Sebagai Manusia

Leave a Comment


Selamat pagi, dunia.
Terimakasih atas hangat mentari dan segar aroma rumput-rumput yang masih basah karena embun subuh tadi. 
Halo, aku ingin bercerita. Tentang diriku sebagai manusia. 
kita tahu, dunia tak pernah berhenti menawarkan berbagai macam godaannya, yang kebanyakan dapat menyesatkan manusia, begitu pula aku, seseorang yang masih punya hawa nafsu. 
terkadang aku membiarkan diriku tenggelam dalam dosa yang dihadiahkan dunia karena aku terlalu keras mengejarnya. kadang aku terengah, memeluk lututku sendiri yang sudah payah berlari. dunia tak pernah berhenti menenggelamkan kepuasaan nafsu manusiawi. membuat kita merasa harus terus berlari agar semua tercukupi. 
iman sudah bagai roller coaster yang mudah sekali berada diatas lalu terjatuh kebawah, juga dengan mudah. seringkali imanku jatuh tersengkur parah, dengan bercak darah. meninggalkan luka yang selalu disesali dengan amarah kepada diri sendiri. lalu ketika itu terjadi, aku hanya bisa menangis diatas sajadah saat berdo’a malam hari.
aku terkadang lupa bersyukur pada Tuhan, atas segala yang telah Dia hadiahkan untukku. ayah dan ibu yang selalu mengasihi, adik yang juga menyemangati, saudara yang baik hati, dan sahabat-sahabat yang sungguh aku cintai.
aku seperti terus mencari, meraih-raih agar semuanya tercukupi. tapi apa lagi yang kucari? semua telah Tuhan beri. 
aku berusaha kembali, tersesat lagi, lalu bangkit lagi, tersungkur lagi, berdiri lagi. 
aku masih manusia yang penuh nafsu, kadang mengenyampingkan kewajiban dari Tuhan demi duniawi. ingatkan aku apabila aku telah jauh berlari dari apa yang seharusnya kutaati. ingatkan aku, bahwa tugas manusia semata-mata hanya menjalankan perintah dari Tuhan.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar