Hallo Dani.
Masih ingat padaku? Tidak perlu bersusah payah jika kau memang tak ingat
padaku. Kenapa ya kemarin tiba-tiba aku ingat pada masa saat kita masih di
sekolah dasar? Dan aku ingat kalau kita adalah spesies paling aneh yang
menghuni sekolah kita. Karena satu hal, penggila semesta.
Aku yakin
cuma kita yang tergila-gila pada aktivitas semesta. Pada revolusi semua planet,
cincin saturnus, atau tebaran asteroid diantara dua orbit. Terlalu banyak hal
yang kita ingin tahu. Yang pada sewajarnya tak diajarkan pada materi
pengetahuan alam disekolah kita.
Pada masa
itu, teman-teman kita mempunyai cita-cita yang umum dan wajar, ya mereka ingin
menjadi dokter. Aku rasa mayoritas anak seusia kita waktu itu ingin jadi
dokter, dan menurutku itu sama sekali nggak
asyik. Entah karena apa kita bangga saat disuruh menyebutkan apa cita-cita
kita: Astronot dan Astronom. Yang astronot itu cita-citamu, Dan. Kalau aku yang
satunya lagi. Mungkin karena aku takut terbang dan meninggalkan bumi, jadi aku
memilih di bumi saja mengamati pesawat ulang alik mu diluar angkasa sana.
Apa karena
fantasi kita yang terbang terlalu tinggi? Mungkin juga karena kita biarkan
tumbuh rasa ke-terpesona-an kita pada semesta dan usaha manusia menyelidikinya?
Terpesona pada keakuratan Hubble misalnya, yang bahkan bisa merekam ledakan
supernova yang pada akhirnya melahirkan blackhole.
Atau pada misi penerbangan pesawat Apollo semua seri kecuali 13, karena
cuma dia yang gagal mendarat?
Dani, pernah
atau tidak kau berpikir untuk membeli mesin waktu? Supaya bisa kembali pada
masa kecil? Karena aku rasa, pada saat itulah mimpi kita bebas terbang kemana
saja, tanpa perduli akan tercapai atau tidak, direstui orangtua atau tidak.
Karena menjadi dewasa, itu berarti mimpi kita dibatasi, katanya, harus mengerti
keadaan.
Masih mau
jadi astronot lagi? Kalau aku sih enggak
mau jadi astronom. Aku sudah menemukan mimpi lain yang nggak kalah asyiknya.
0 komentar:
Posting Komentar