Orang
bilang, A adalah sebuah pencapaian.
Dimana B, C,
dan D, tidak mampu setinggi dia.
Sebuah huruf
yang dikejar banyak orang dibuku rapornya.
Orang
bilang, A adalah pelengkap.
Ketika
sebagian besar kata kehilangan makna tanpanya.
Tapi,
bagiku, A adalah kamu.
Kamu adalah
harapan.
Harapan agar
Tuhan menyandingkan huruf A dengan hurufku.
Harapan agar
Amour tidak salah mendatangi planet yang didalamnya terdapat ‘aku’ dan ‘kamu’.
Bagiku, A
adalah muara, dimana ‘aku’ sebagai aliran.
Dan ‘kamu’,
pusat segala tawa, tangis, bahagia, gundah.
A adalah
kamus besar bahasa Indonesia, karena dia seorang yang dapat menerjemahkan arti
dan merengkuh isi semua yang kutulis.
Satu lagi,
A adalah kejujuran, saat lengannya mendekapku
tanpa pretensi.
2 Januari 2013.

0 komentar:
Posting Komentar