beruntung ya saya malam ini belum tidur, dan gak nyangka kalau di salah satu stasiun tv mengundang Ebiet. waah ini nih penyanyi sekaligus penyair favorit saya di Indonesia. setiap lagunya itu mengandung makna yang dalam, tidak selalu tentang cinta, tapi juga tentang indahnya alam.. aku nggak tau kenapa aku masih saja suka dan masih ingat setiap bait liriknya, mungkin karena terbiasa saat kecil aku didengarkan lagu beliau oleh ayah. dan aku masih akrab dengan suaranya yang masih saja sesegar dulu saat ia masih muda.. dia juga punya anak namanya Adera, dan Adera juga mulai menyanyi, suaranya tak kalah sama pelantun lagu "tak lekang oleh waktu" lho. hehe, kapan kapan saya download ah lagu Adera.. ini ada beberapa lirik dari Ebiet yang saya post disini :) jika menbaca ini, cobalah untuk rasakan setiap baitnya..
Cinta Sebening Embun
Pernahkah engkau coba menerka apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa, kenapa tak engkau pedulikan?
Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada, kenapa tak pernah engkau hiraukan?
Reff:
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun
du du du du du du du du du du hu
Pernahkah engkau coba membaca sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan kenapakah mesti engkau abaikan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
ho ho hu hu hu hu hu hu
du du du du du du du du
du du du du du du du du
Biarlah Aku Diam
Biarlah aku buang di tengah lautan
Kerinduan yang bergelora memecahkan kepala
Semoga terhempas gelombang dan berhenti mengejarku
Kerinduan yang bergelora memecahkan kepala
Semoga terhempas gelombang dan berhenti mengejarku
Bahkan pernah kucuri sehelai rambutnya
Aku tanam di depan pintu jelas ada maksudnya
Setiap pagi aku langkahi agar dia yang terjerat
dalam bayang-bayanganku
Setiap pagi aku langkahi agar dia yang terjerat
dalam bayang-bayanganku
Mungkin aku telah keliru mencoba melupakannya
Kalah dengan semua suara-suara yang menghujat
Walau jauh di dasar hati masih aku simpan senyumnya
Bagaimanakah? Harus bagaimana?
Kalah dengan semua suara-suara yang menghujat
Walau jauh di dasar hati masih aku simpan senyumnya
Bagaimanakah? Harus bagaimana?
Biarlah aku diam di tengah gelombang
Aku tunggu tetesan embun, kuhirup sampai tuntas
Bayanganya melompat-lompat, bermain dalam fikiran,
bermain dalam impian
Aku tunggu tetesan embun, kuhirup sampai tuntas
Bayanganya melompat-lompat, bermain dalam fikiran,
bermain dalam impian
Mungkin aku telah keliru mencoba melupakannya
Kalah dengan semua suara-suara yang menghujat
Walau jauh di dasar hati masih aku simpan senyumnya
Bagaimanakah? Harus bagaimana?
Rasakah yang harus kubela? Atau suara mereka?
Biarkanlah aku sendiri
Kalah dengan semua suara-suara yang menghujat
Walau jauh di dasar hati masih aku simpan senyumnya
Bagaimanakah? Harus bagaimana?
Rasakah yang harus kubela? Atau suara mereka?
Biarkanlah aku sendiri
Aku perlu waktu untuk merenung, hu hu hu hu
berfikir, dan kemudian memutuskan
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
berfikir, dan kemudian memutuskan
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
ho ho ho du du du du du du du du du
0 komentar:
Posting Komentar